
Dalam era informasi serba cepat, hoaks dan ujaran kebencian menjadi ancaman nyata bagi persatuan. Dinas Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah merespons dengan program literasi digital kebangsaan yang menyasar pelajar, ibu rumah tangga, dan pengurus organisasi masyarakat.
Program ini membekali peserta keterampilan memeriksa sumber, mengenali pola tipuan visual, serta memahami dampak hukum menyebarkan konten fitnah. Materi disusun sederhana agar mudah dipraktikkan sehari-hari.
Narasumber dari komunitas anti-hoaks dan insan media menjelaskan studi kasus lokal. Beberapa isu yang sempat viral ternyata bermula dari potongan video tanpa konteks yang dibagikan berulang kali.

“Satu unggahan tanpa verifikasi bisa merusak bertahun-tahun kerja merawat damai.”
Peserta diajak melakukan praktik cek fakta secara langsung menggunakan ponsel. Antusiasme tinggi muncul saat mereka berhasil menelusuri asal usul sebuah unggahan provokatif.
Dinas menekankan bahwa literasi digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Keluarga dan tokoh lokal berperan mengingatkan warga agar tidak mudah marah oleh konten yang belum jelas kebenarannya.
Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan menautkan literasi digital dengan nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial dan persatuan. Menyebarkan kebohongan dinilai bertentangan dengan etika kebangsaan.



Video dokumentasi — Literasi Digital Kebangsaan: Melawan Hoaks yang Mengancam Persatuan
Ringkasan kegiatan — Literasi Digital Kebangsaan: Melawan Hoaks yang Mengancam Persatuan
Unduh ringkasan resmi kegiatan (dokumen dummy untuk pengujian portal).
Dokumen terkait berita
Materi dan Notulensi
| Nama Dokumen | Keterangan | Tahun | Meta | |
|---|---|---|---|---|
| Notulensi — Literasi Digital Kebangsaan: Melawan Hoaks yang Mengancam Persatuan | Catatan ringkas pelaksanaan kegiatan. | 2026 | Type: txtMedia | Download |
| Materi paparan — Literasi Digital Kebangsaan: Melawan Hoaks yang Mengancam Persatuan | Bahan presentasi narasumber (dummy). | 2026 | Type: txtMedia | Download |
Tautan
| Nama Dokumen | Keterangan | Tahun | Meta | |
|---|---|---|---|---|
| Portal Dinas Kesbangpol | Informasi kelembagaan dan layanan PPID. | 2026 | Type: Link | Kunjungi |
Ke depan, modul literasi akan diintegrasikan ke kegiatan sosialisasi di sekolah dan forum desa. Relawan literasi direkrut dari alumni pelatihan kader bela negara.
Kolaborasi dengan dinas komunikasi dan informatika serta kampus setempat sedang dijajaki untuk memperluas jangkauan. Sinergi lintas OPD dinilai penting agar pesan tidak tumpang tindih.
Masyarakat yang menemukan konten berpotensi SARA diminta melapor melalui kanal resmi, bukan membalas dengan konten balasan yang sama buruknya. Eskalasi digital sering memperparah konflik di dunia nyata.
Dinas berharap program ini menumbuhkan budaya verifikasi sebelum berbagi. Persatuan Sulawesi Tengah dijaga bukan hanya di balai pertemuan, tetapi juga di genggaman setiap warga.
Liputan ini merupakan bagian dari publikasi resmi Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah. Redaksi terus memperbarui informasi terkait literasi digital kebangsaan: melawan hoaks yang mengancam persatuan melalui kanal berita portal dan media sosial resmi dinas.
Bagi pembaca yang membutuhkan konfirmasi atau data tambahan, silakan menghubungi Humas atau PPID Dinas Kesbangpol pada hari dan jam kerja. Mari bersama menjaga persatuan dan ketertiban informasi di Sulawesi Tengah.





